Kembali ke Blog

Review Oximus P100E: Bracket Monitor 300 Ribuan Buat Kamu yang Cari "Kokoh" (Bukan Gimmick)

23 Januari 2026 Admin
Review Oximus P100E: Bracket Monitor 300 Ribuan Buat Kamu yang Cari "Kokoh" (Bukan Gimmick)

Pernahkah kamu membeli monitor arm di harga entry-level, tapi saat kamu mengetik sedikit kencang, layarnya ikut bergoyang seperti sedang gempa bumi? Atau mungkin kamu lelah melihat kaki monitor bawaan pabrik yang memakan separuh luas mejamu?

Banyak orang baru sadar setelah membeli bracket ekonomis bahwa masalah terbesarnya bukan di harga, tapi di kestabilan. Tidak ada yang lebih menyebalkan daripada layar yang perlahan "menunduk" sendiri karena engselnya tidak kuat menahan beban.

Berdasarkan data review dari berbagai forum dan marketplace, Oximus P100E sering disebut sebagai solusi "sweet spot" di harga 350 ribuan. Tapi tunggu dulu, ada satu fitur yang sering menjadi sumber kesalahpahaman bagi pengguna baru. Mari kita bedah agar kamu tidak salah beli.

KENAPA MASALAH INI TERJADI?

Di rentang harga 300 ribuan, kebanyakan monitor arm masih menggunakan sistem pegas mekanik standar atau friction hinge yang kaku.

Namun, pola review menunjukkan bahwa Oximus P100E berbeda karena menggunakan sistem Gas Spring yang lebih fluid. Masalah yang sering dikeluhkan pengguna baru produk ini biasanya bukan karena cacat produk, melainkan karena kurangnya kalibrasi. Banyak yang mengeluh arm-nya keras atau malah membal ke atas, padahal secara teknis itu terjadi karena baut gas spring-nya belum disesuaikan dengan berat monitor spesifik yang digunakan.

SIAPA YANG COCOK & TIDAK COCOK

✅ Bracket ini Cocok Kalau Kamu:

  1. Punya monitor dengan berat standar (di atas 2kg) dan ingin meja terlihat clean.
  2. Mencari build quality yang solid dan tidak "ringkih" saat meja terguncang.
  3. Tipe pengguna yang "set and forget" (sekali pasang, jarang ubah posisi ekstrem).
  4. Suka estetika minimalis dengan manajemen kabel yang tertutup.

⛔ Kurang Cocok Kalau Kamu:

  1. Menggunakan Monitor Sangat Ringan (< 2kg): Monitor portable atau monitor dengan material lightweight akan membuat arm ini cenderung membal ke posisi paling tinggi (sulit turun karena tekanan gas spring lebih kuat dari beban monitor).
  2. Berencana Dual Monitor di Masa Depan: Membeli satu P100E sekarang lalu beli satu lagi nanti jauh lebih mahal dan memakan tempat dibanding beli seri P200 (Dual Arm) langsung.
  3. Sangat Bergantung pada Fitur USB Hub Aktif: Jika prioritasmu adalah transfer data cepat tanpa ribet kabel tambahan, poin berikutnya wajib kamu simak.

REKOMENDASI PRODUK: Oximus P100E

Posisi Produk: Raja Value for Money untuk Single Monitor Setup.

Apa Kata Mayoritas Pengguna (Pros/Cons): Berdasarkan ratusan ulasan pengguna, konsensus utamanya adalah:

👍 "Kokoh Abis": Mayoritas sepakat bahwa build quality-nya jauh di atas seri lama (ZD/ZDP). Minim wobble (goyangan) saat aktivitas mengetik normal. 👍 Estetika Bersih: Desainnya dianggap lebih modern dibanding kompetitor sekelasnya, terutama penutup kabel yang screwless (tanpa baut).

👎 Fitur USB yang "Tricky": Ini keluhan paling umum. Port USB di kakinya bukanlah hub aktif. Secara teknis, ini adalah jalur ekstensi di mana kamu tetap harus mencolokkan dua kabel USB panjang dari PC ke bagian bawah arm tersebut. Bagi sebagian pengguna, ini justru menambah clutter kabel di belakang meja, bukan menguranginya. 👎 Keras di Awal: Banyak pengguna melaporkan bahwa out of the box, engselnya sangat kaku. Kamu wajib melonggarkan baut-bautnya dengan kunci L (disediakan) sebelum bisa digerakkan dengan nyaman. 👎 Manajemen Kabel itu "PR": Walaupun penutupnya screwless, memasukkan kabel monitor yang tebal (seperti kabel power + HDMI + kabel USB tadi) ke dalam jalur arm dinilai cukup menyulitkan dan butuh kesabaran ekstra.

⚠️ CATATAN PENTING: MANAJEMEN EKSPEKTASI

Pahami keterbatasan fitur USB-nya. Saran saya, kelola ekspektasi kamu terkait label "Support USB". Anggap saja fitur tersebut sebagai bonus ekstensi, bukan fitur utama. Fokuslah pada nilai jual utamanya: build quality besi yang solid. Jika kamu membeli ini semata-mata karena mengharapkan konektivitas USB yang instan dan ringkas, kamu berpotensi kecewa dengan proses instalasi kabelnya.

⚠️ WARNING FATAL: Jangan Pasang di Meja Ini! Sebelum checkout, ketuk mejamu.

  1. Meja Kaca (Glass Top): JANGAN PERNAH pasang monitor arm model jepit (clamp) di meja kaca tanpa pelindung tambahan. Tekanan jepitannya bisa memecahkan kaca seketika.
  2. Meja "Kerdus" (Particle Board/Hollow): Hati-hati buat pengguna meja murah (seperti seri IKEA Linnmon atau meja lipat Ace Hardware). Bagian dalamnya seringkali kopong (honeycomb structure). Tekanan clamp pada satu titik bisa membuat meja jebol/bolong.

Solusinya: Jika mejamu tipis atau berbahan particle board, WAJIB beli plat besi tambahan (Reinforcement Plate) atau ganjal dengan papan kayu tebal di bagian bawah dan atas clamp untuk menyebarkan tekanan. Jangan ambil risiko monitor jutaanmu jatuh cuma karena meja yang gak kuat.

🔗 Cek Ketersediaan Stok & Warna (Hitam/Putih) →

RINGKASAN KEPUTUSAN Jangan bingung, ikuti panduan ini:

  1. Kalau kamu cari arm paling kokoh di budget 300rb dan tidak masalah dengan setup USB manual: Ambil Oximus P100E. Kualitas gas spring-nya sulit dikalahkan di harga ini.
  2. Kalau monitormu sangat ringan (di bawah 2kg): Hindari produk ini. Cari bracket dengan sistem mechanical spring yang tension-nya lebih rendah atau stand statis.
  3. Kalau ada rencana nambah monitor kedua tahun depan: Tahan dulu. Langsung tabung buat Oximus P200 (versi dual). Lebih hemat tempat dan uang jangka panjang.

(BANDINGKAN SEKARANG) Sudah yakin dengan spesifikasi monitormu? 👉 Bandingkan harga Oximus P100E vs P200 di toko yang paling terpercaya di sini.

Tertarik Produk Ini?

Cek spesifikasi lengkap, perbandingan harga termurah, dan toko terpercaya.

Cek Harga Terbaru